DESKRIPSI

awal (151) berita (64) blog (19) cerita (3) download (3) foto (15) hikmah (41) islam (38) kitab (3) puisi (5) sejarah (15) tehnologi (18) video (6)

Jihad Seks Di Suriah

   Damaskus, Suriah

   Perang saudara yang terjadi di Suriah menjadi pergunjingan hangat dan makin panas. Karena bukan hanya pemberontakan saja yang terjadi, namun
terkuaknya sebuah fatwa jihad seks untuk melayani pejuang mujahid yang berfaham salafis (wahabi).

   Menteri Dalam Negeri Tunisia Lotfi   Ben Jeddo menyatakan, sejumlah perempuan dari negaranya pulang dari Suriah dalam kondisi berbadan dua. Mereka hamil atas nama "jihad seksual" yang cukup aneh didengar oleh kalangan umum khususnya amat bertentangan dengan pendapat ulama umumnya.

   Lotfi ben Jeddo menambahkan, gadis-gadis Tunisia kerap berhubungan seks dengan 20, 30, hingga 100 pemberontak Suriah. " Kami tidak bisa tinggal diam," ujar Jeddou kepada anggota Dewan Konstituante Nasional seperti dikutip AFP dan Al Arabiya, Jumat (20/9/2013). Para wanita y Tunisia yang mengikuti jihad seks tersebut dibawa oleh beberapa agen. Dan telah beberapa telah ditangkap oleh pemerintah Tunisia.

   Dan ia menambahkan pula bahwa para pemuda tunisia ditempatkan dijajaran depan pertempuran dan diajarkan cara menjarah dan menggrebek desa-desa di Suriah.

   Oleh karena itu, pemerintah Tunisia telah melarang 6 ribu warganya yang hendak  dalam pengiriman warga Tunisia ke Suriah," ujar Jeddo.

   Sementara, Pemuka agama Tunisia Sheikh Othman Battikh mengungkap, gadis-gadis Tunisia yang pergi ke Suriah dan dijadikan budak seks adalah korban penipuan agen.
   Dikejutkan pula dengan pernyataan yang disampaikan Ketua Keamanan Nasional Tunisia Mostafa Bin Omar. Dia mengatakan, para wanita Tunisia yang dikirim, ditempatkan di bagian barat Suriah untuk memuaskan para pemberontak. "Wajah mereka ditutup lalu disuruh melayani mereka," ujar Mostafa.
       
                  ✩)
   Abu Iyadh diyakini sebagai tokoh utama gerakan salafis di Tunisia di bawah nama Ansar al-Sharia. Dia diduga menjadi pengorganisasi serangan maut setahun lalu ke Kedubes AS di Tunisia. Sedangkan sekarang ia mendapat dukungan penuh AS, Arab Saudi dan sekutunya.
                            ✩)  
Reff : Republika
          Tempo
          Liputan 6

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.