KTT G 20 yang diadakan di menjadi ajang perseteruan antar negara yang cukup pelik.Dan pihak Amerikalah yang menjadi negara paling banyak berseteru. Namun perseteruan yang cukup sengit adalah perseteruan anatara
AS dengan Rusia. Permasalahan tersebut berkaitan dengan isu Penyerangan Suriah dan isu protes pihak Amerika soal suaka yang diberikan Rusia kepada Edward Snowden, si pembocor dokumen rahasia AS.
Perseteruan itu membuahkan ejekan terhadap masing-masing kepala negara AS maupun Rusia. Barack Obama dalam sebuah wawancara mengatakan Putin seperti bocah sekolah yang sedang bosan. "Dia memiliki tampang yang malas, seperti bocah yang kebosanan di belakang kelas," ujar Obama. Ditambah lagi dengan sebutan "jackass" yang tertulis dibeberapa media. Komentar ini pun dibalas Putin dengan mengatakan, "Kami bekerja, kami kadang bertikai soal sebuah masalah. Kami manusia. Terkadang kami juga bisa jengkel." lanjutnya,
"Kami berbicara kepada orang-orang ini dan kami anggap mereka adalah sosok terpelajar. Namun kenyataannya mereka semua berbohong," ujar Putin soal Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry.
Panitia KTT G 20 St. Petersburg mengambil langkah preventif atas perselisihan dan adu ejek masing-masing kepala negara tersebut dengan salah satunya adalah menjauhkan tempat duduk keduanya dalam pertemuan para kepala negara tersebut.
Rusia menentang rencana penyerangan Suriah oleh Amerika Serikat tanpa persetujuan Dewan Keamanan. Sementara Obama memprotes pemberian suaka Rusia pada Edward Snowden, si pembocor dokumen rahasia AS.
✃Pengkhianatan Snowden✃
Snowden sebelumnya pernah bekerja sebagai pegawai kontrak pada Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) sebelum ia meninggalkan Amerika menuju Hong Kong dan setelah itu terbang ke Rusia setelah membocorkan dokumen-dokumen tentang program pengintaian besar-besaran yang dilancarkan AS.
Snowden kemudian menjadi buruan pihak berwenang AS, yang mengeluarkan tuntutan kejahatan terkait kegiatan mata-mata terhadapnya.
※ Melemahnya AS ※
Dilansir Times of Israel (TI), Selasa (10/09/2013), keputusan Presiden Barack Obama untuk menunda serangan bukan karena
tak mendapat dukungan internasional, PBB atau Kongres. Melainkan, ancaman Presiden Rusia, Vladimir Putin yang sudah mengirimkan kapal-kapal perangnya ke perairan Mediterania dekat Suriah.
Presiden mengusulkan agar kita maju perang dengan modal bukti berupa dokumen empat halaman dan dokumen 12 halaman, yang buktinya sangat kurang. Pemerintah hanya punya bukti lemah soal keterlibatan pemerintah Suriah dan Obama gagal membuktikan kalau Assad dibalik serangan itu. Ini sangat memalukan,” ujar Buck McKeon, senator asal California dari Partai Republik.
Namun, Menteri Luar Negeri AS John Kerry bersikeras bahwa pihaknya meyakini bahwa serangan senjata kimia itu dilakukan oleh rezim Assad. Hal yang lebih menggelikannya, Kerry yang sudah terpojok dan minim bukti malah menjawab kalau pihaknya tidak bisa menunjukkan semua bukti lain dengan alasan sangat rahasia dan bisa membahayakan intelijen AS.
“Ocehan Kerry sama seperti orang yang kehabisan akal saat menjawab pertanyaan yang tak bisa dijawab. Ini sangat menggelikan,” lanjut McKeon.@cnn
Dilansir Times of Israel (TI), Selasa (10/09/2013), keputusan Presiden Barack Obama untuk menunda serangan bukan karena tak mendapat dukungan internasional, PBB atau Kongres. Melainkan, ancaman Presiden Rusia, Vladimir Putin yang sudah mengirimkan kapal-kapal perangnya ke perairan Mediterania dekat Suriah. TI dalam laporannya mengungkapkan, Jenderal Mark Welsh, Kepala Staf Angkatan Udara AS melayangkan surat resmi ke Presiden Obama dan memberitahukan AU saat ini tidak dalam posisi siap tempur di medan Suriah.
reff :
Viva news
jurnal3
AS dengan Rusia. Permasalahan tersebut berkaitan dengan isu Penyerangan Suriah dan isu protes pihak Amerika soal suaka yang diberikan Rusia kepada Edward Snowden, si pembocor dokumen rahasia AS.
Perseteruan itu membuahkan ejekan terhadap masing-masing kepala negara AS maupun Rusia. Barack Obama dalam sebuah wawancara mengatakan Putin seperti bocah sekolah yang sedang bosan. "Dia memiliki tampang yang malas, seperti bocah yang kebosanan di belakang kelas," ujar Obama. Ditambah lagi dengan sebutan "jackass" yang tertulis dibeberapa media. Komentar ini pun dibalas Putin dengan mengatakan, "Kami bekerja, kami kadang bertikai soal sebuah masalah. Kami manusia. Terkadang kami juga bisa jengkel." lanjutnya,
"Kami berbicara kepada orang-orang ini dan kami anggap mereka adalah sosok terpelajar. Namun kenyataannya mereka semua berbohong," ujar Putin soal Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry.
Panitia KTT G 20 St. Petersburg mengambil langkah preventif atas perselisihan dan adu ejek masing-masing kepala negara tersebut dengan salah satunya adalah menjauhkan tempat duduk keduanya dalam pertemuan para kepala negara tersebut.
Rusia menentang rencana penyerangan Suriah oleh Amerika Serikat tanpa persetujuan Dewan Keamanan. Sementara Obama memprotes pemberian suaka Rusia pada Edward Snowden, si pembocor dokumen rahasia AS.
✃Pengkhianatan Snowden✃
Snowden sebelumnya pernah bekerja sebagai pegawai kontrak pada Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) sebelum ia meninggalkan Amerika menuju Hong Kong dan setelah itu terbang ke Rusia setelah membocorkan dokumen-dokumen tentang program pengintaian besar-besaran yang dilancarkan AS.
Snowden kemudian menjadi buruan pihak berwenang AS, yang mengeluarkan tuntutan kejahatan terkait kegiatan mata-mata terhadapnya.
※ Melemahnya AS ※
Dilansir Times of Israel (TI), Selasa (10/09/2013), keputusan Presiden Barack Obama untuk menunda serangan bukan karena
tak mendapat dukungan internasional, PBB atau Kongres. Melainkan, ancaman Presiden Rusia, Vladimir Putin yang sudah mengirimkan kapal-kapal perangnya ke perairan Mediterania dekat Suriah.
Presiden mengusulkan agar kita maju perang dengan modal bukti berupa dokumen empat halaman dan dokumen 12 halaman, yang buktinya sangat kurang. Pemerintah hanya punya bukti lemah soal keterlibatan pemerintah Suriah dan Obama gagal membuktikan kalau Assad dibalik serangan itu. Ini sangat memalukan,” ujar Buck McKeon, senator asal California dari Partai Republik.
Namun, Menteri Luar Negeri AS John Kerry bersikeras bahwa pihaknya meyakini bahwa serangan senjata kimia itu dilakukan oleh rezim Assad. Hal yang lebih menggelikannya, Kerry yang sudah terpojok dan minim bukti malah menjawab kalau pihaknya tidak bisa menunjukkan semua bukti lain dengan alasan sangat rahasia dan bisa membahayakan intelijen AS.
“Ocehan Kerry sama seperti orang yang kehabisan akal saat menjawab pertanyaan yang tak bisa dijawab. Ini sangat menggelikan,” lanjut McKeon.@cnn
Dilansir Times of Israel (TI), Selasa (10/09/2013), keputusan Presiden Barack Obama untuk menunda serangan bukan karena tak mendapat dukungan internasional, PBB atau Kongres. Melainkan, ancaman Presiden Rusia, Vladimir Putin yang sudah mengirimkan kapal-kapal perangnya ke perairan Mediterania dekat Suriah. TI dalam laporannya mengungkapkan, Jenderal Mark Welsh, Kepala Staf Angkatan Udara AS melayangkan surat resmi ke Presiden Obama dan memberitahukan AU saat ini tidak dalam posisi siap tempur di medan Suriah.
reff :
Viva news
jurnal3
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.