DESKRIPSI

awal (151) berita (64) blog (19) cerita (3) download (3) foto (15) hikmah (41) islam (38) kitab (3) puisi (5) sejarah (15) tehnologi (18) video (6)

Rencana Amerika Menyerang Suriah

Diduga menggunakan senjata kimia, Suriah mendapat kecaman yang sungguh berat didunia internasional. Perseteruan dua kubu anatara kubu pro pemerintah dengan kubu
oposisi. Kubu oposisi dipimpin oleh Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris. Perdana Menteri Inggris David Cameron tidak mendapat dukungan untuk menginvasi Suriah secara langsung oleh
anggota kongres Inggris. Kubu pemerintah mendapat dukungan dari Rusia, cina, & Iran.

Suriah mempunyai hubungan baik sejak lama dengan Rusia (Uni Soviet) sejak Presiden Hafez al-Assad berkuasa dengan terikat dengan penandatangan Pakta pertahanan keamanan dengan Rusia. Dimana Hafez adalah ayahanda dari Presiden  Bashar al-Assad yang sekarang berkuasa. Dari kabar baru yang terdengar, kemungkinan Rusia akan mengancam akan menyerang Arab Saudi apabila Suriah tetap diserang oleh pihak Amerika Serikat beserta sekutunya.

Dari sebagian sumber yang lain menyatakan bahwa Rusia membela Suriah karena membela kepentingan regionalnya dikawasan tersebut. Salah satunya adalah basis pangkalan militer terakhir diluar negerinya sendiri.
Pemimpin Soviet terakhir, Mikhail Gorbachev, pada 1987 pernah mengatakan menjamin akan terus melanjutkan bantuan ekonomi dan militernya untuk Suriah. Janji ini terus dipegang hingga Hafez al-Assad digantikan oleh Bashar al-Assad.

Italia menolak untuk melakukan serangan ke Suriah disusul oleh Jerman, Kanada, mesir, dan terakhir adalah Inggris. Sehingga Amerika dengan kekecewaannya terhadap DK-PBB & sekutu Eropanya, membawa keinginan tuk menyerang Suriah dengan meminta izin kepada kongresnya sendiri.

Presiden Amerika Serikat  Barrack Obama frustrasi menyusul hilangnya dukungan internasional untuk menginvansi Suriah. hingga berusaha penuh untuk mendapatkan restu kongresnya dengan menggunakan isu senjata kimia yang digunakan pemerintah suriah terhadap pihak oposisi.

Kini, bola terakhir ada di tangan AS dan Rusia. Jika AS menyerang dan Rusia membalas dengan memberikan bantuan ke tentara Assad, ini bisa menjadi babak baru perang di Timur Tengah. Perang ini bisa melibatkan Iran, Hezbullah Lebanon, yang mendukung Assad melawan kelompok Suni Arab yang didukung Barat.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.