Telah terjadi penculikan dengan cara melakukan hipnotis terhadap 3 orang siswi SLTA didaerah Lebak, Banten. Ketika mereka hendak berangkat kesekolah, tiba-tiba mereka dicegat oleh 2 orang wanita tengah baya yang menghampiri. Dengan sekali tepuk pada bahu 3 anak siswi tersebut, mereka
(siswi) langsung dibawa dengan sebuah kendaraan menuju pantai Anyer.
Setiba ditempat, ternyata mereka hendak dijadikan pemuas nafsu pria hidung belang didaerah tersebut. Salah seorang penghipnotis sekaligus penculik tersebut, pergi mencari seorang pria yang mau menjadi klien mereka. Dan yang satunya lagi menjaga 3 siswi tersebut yang terkena pengaruh hipnotis ( dalam istilah mistis setempat disebut gendam : red ).
Ketika salah seorang penculik yang seharusnya menjaga tiba-tiba meninggalkan mereka dipinggir pantai menyusul temannya yang sedang mencari pria hidung belang. Tak disangka sebelumnya oleh para penculik tersebut, ternyata salah satu diantara 3 siswi yang menjadi korban tersadar dari hipnotisnya. Dan berusaha menyadarkan 2 teman lainnya yang masih linglung karena pengaruh hipnotis. " Kenapa kita ada dipantai ?" ujar salah satu dari siswi. Dan akhirnya mereka bergegas meninggalkan tempat tersebut, bersama dengan kebetulannya lewat sebuah angkot lokal menuju daerah cilegon. Kebetulan pula, salah satu siswi mempunyai saudara didaerah cilegon dan mereka hendak menuju kesana. Sesampainya ditempat saudaranya, mereka tak mampu pula untuk menceritakan kejadian tersebut, kecuali hanya ingin segera pulang kerumah mereka masing-masing. Keluarga siswi tersebut akhirnya memberikan uang saku kepada siswi itu agar dapat pulang kerumah mereka.
Ditengah perjalanan, mereka bertemu seorang bidan yang menanyakan tujuan mereka dikarenakan anehnya pada malam itu mereka masih dijalan dengan menggunakan pakaian sekolah lengkap. Seorang siswa itu menceritakan keadaan mereka, yang mereka sendiri pun bingung untuk menceritakan detail kronologi dari awal kejadian hingga sampai mereka berada ditempat mereka saat itu.
Akhirnya bidan itu berusaha membantu 3 siswi tersebut untuk menginap dirumahnya, dan diminta agar menghubungi keluarga mereka dengan handphone yang mereka punya. Setelah keluarga mereka dihubungi, keluarga masing-masing siswa menjemput anak-anak mereka pada malam itu juga, dan tiba dirumah dalam keadaan sehat wal afiat.
Entah apa nasib mereka jika awalnya mereka tidak ditinggalkan para penculik, dan salah satu siswa masih belum sadar hingga tiba salah seorang penculik itu kembali, mungkin saat ini mereka tak bersama dengan keluarganya dengan penuh haru dan bahagia karena keselamatan mereka.
Hikmah dari ini semua, agar kita tetap waspada kepada anak-anak, sanak keluarga, dan orang terdekat, baik wanita maupun pria, tua maupun muda, dari kejahatan hipnotis dengan ragam motif yang ada.
(siswi) langsung dibawa dengan sebuah kendaraan menuju pantai Anyer.
Setiba ditempat, ternyata mereka hendak dijadikan pemuas nafsu pria hidung belang didaerah tersebut. Salah seorang penghipnotis sekaligus penculik tersebut, pergi mencari seorang pria yang mau menjadi klien mereka. Dan yang satunya lagi menjaga 3 siswi tersebut yang terkena pengaruh hipnotis ( dalam istilah mistis setempat disebut gendam : red ).
Ketika salah seorang penculik yang seharusnya menjaga tiba-tiba meninggalkan mereka dipinggir pantai menyusul temannya yang sedang mencari pria hidung belang. Tak disangka sebelumnya oleh para penculik tersebut, ternyata salah satu diantara 3 siswi yang menjadi korban tersadar dari hipnotisnya. Dan berusaha menyadarkan 2 teman lainnya yang masih linglung karena pengaruh hipnotis. " Kenapa kita ada dipantai ?" ujar salah satu dari siswi. Dan akhirnya mereka bergegas meninggalkan tempat tersebut, bersama dengan kebetulannya lewat sebuah angkot lokal menuju daerah cilegon. Kebetulan pula, salah satu siswi mempunyai saudara didaerah cilegon dan mereka hendak menuju kesana. Sesampainya ditempat saudaranya, mereka tak mampu pula untuk menceritakan kejadian tersebut, kecuali hanya ingin segera pulang kerumah mereka masing-masing. Keluarga siswi tersebut akhirnya memberikan uang saku kepada siswi itu agar dapat pulang kerumah mereka.
Ditengah perjalanan, mereka bertemu seorang bidan yang menanyakan tujuan mereka dikarenakan anehnya pada malam itu mereka masih dijalan dengan menggunakan pakaian sekolah lengkap. Seorang siswa itu menceritakan keadaan mereka, yang mereka sendiri pun bingung untuk menceritakan detail kronologi dari awal kejadian hingga sampai mereka berada ditempat mereka saat itu.
Akhirnya bidan itu berusaha membantu 3 siswi tersebut untuk menginap dirumahnya, dan diminta agar menghubungi keluarga mereka dengan handphone yang mereka punya. Setelah keluarga mereka dihubungi, keluarga masing-masing siswa menjemput anak-anak mereka pada malam itu juga, dan tiba dirumah dalam keadaan sehat wal afiat.
Entah apa nasib mereka jika awalnya mereka tidak ditinggalkan para penculik, dan salah satu siswa masih belum sadar hingga tiba salah seorang penculik itu kembali, mungkin saat ini mereka tak bersama dengan keluarganya dengan penuh haru dan bahagia karena keselamatan mereka.
Hikmah dari ini semua, agar kita tetap waspada kepada anak-anak, sanak keluarga, dan orang terdekat, baik wanita maupun pria, tua maupun muda, dari kejahatan hipnotis dengan ragam motif yang ada.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.