DESKRIPSI

awal (151) berita (64) blog (19) cerita (3) download (3) foto (15) hikmah (41) islam (38) kitab (3) puisi (5) sejarah (15) tehnologi (18) video (6)

Bentuk Sedekah Bagian 1

Sebagai bahan masukan, dari sebuah diskusi yang cukup mendidik lagi lugas. Semoga artikel ini mampu menjadi bahan diskusi serta pengetahuan dan bahan pertimbangan keluasan ilmu.
Bismillahirrahmannirrahiem
Bacaan al Fatihah membawa manfaat bagi umat non muslim.
Telah menceritakan kepada kami
Yahya bin Yahya At Tamimi; Telah mengabarkan kepada kami Husyaim dari Abu Bisyr dari Abu Al Mutawakkil dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa beberapa orang
sahabat melakukan perjalanan jauh dan berhenti untuk istirahat pada salah satu perkampungan
‘Arab, lalu mereka minta dijamu oleh penduduk kampung itu. Tetapi penduduk enggan menjamu
mereka.
Penduduk bertanya kepada para sahabat; ‘Adakah di antara tuan-tuan yang pandai mantera? Kepala kampung kami digigit serangga.’ Menjawab seorang sahabat; ‘Ya, ada! Kemudian dia mendatangi kepala kampung itu dan memanterainya dengan membaca surat Al Fatihah. Maka kepala kampung itu pun sembuh Kemudian dia diberi upah kurang lebih tiga puluh ekor kambing. Tetapi dia enggan menerima seraya mengatakan; "Tunggu! Aku akan menanyakannya lebih dahulu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, apakah aku boleh
menerimanya." Lalu dia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menanyakannya hal
itu, katanya; "Ya, Rasulullah! Demi Allah, aku telah memanterai seseorang dengan membacakan surat Al Fatihah." Beliau tersenyum
mendengar cerita sahabatnya dan bertanya: "Bagaimana engkau tahu Al Fatihah itu mantera? " Kemudian sabda beliau pula: "Terimalah pemberian mereka itu, dan berilah aku bagian bersama-sama denganmu."
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar dan Abu Bakr bin Nafi’ keduanya dari Ghundar Muhammad bin Ja’far dari Syu’bah dari Abu Bisyr melalui jalur ini, dia menyebutkan didalam Haditsnya; ‘Kemudian orang itu mulai membacakan Ummul Qur’an, dan mengumpulkan ludahnya lalu memuntahkannya, setelah itu
orang itu sembuh. (HR Muslim 4080)
Hal yang berkaitan dengan mayyit
Ada mereka yang mengatakan bahwa hadiah bacaan Al Qur'an tidak bermanfat karena salah
memahami sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at
baginya dan anak sholeh yang selalu mendoakannya.” (HR Muslim 3084).
Apa yang dimaksud “terputus segala amalannya” ? Hadits itu hanya mengatakan “inqatha’a ‘amaluhu , terputus amalnya maknanya adalah setiap manusia setelah meninggal dunia maka kesempatan beramalnya sudah terputus atau apapun yang mereka perbuat, seperti penyesalan atau minta ampun ketika mereka memasuki alam barzakh tidak akan diperhitungkan lagi amalnya kecuali amal yang masih diperhitungkan terus adalah apa yang dihasilkan dari amal yang
mereka perbuat ketika masih hidup seperti :
1. Sedekah jariyah
2. Ilmu yang bermanfaat bagi dirinya dan yang disampaikan kepada orang lain
3. Mendidik anak sehingga menjadi anak sholeh
yang selalu mendoakannya.
Hadits tersebut tidak dikatakan, “inqata’a intifa’uhu”, “terputus keadaannya untuk memperoleh manfaat”. Adapun amal orang lain, maka itu adalah milik (haq) dari amil yakni orang yang mengamalkan itu kepada si mayyit maka akan sampailah pahala orang yang mengamalkan itu kepada si mayyit.
Contohnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menegaskan bahwa si mayyit akan mendapatkan manfaat dari sedekah yang dilakukan oleh
keluarga yang diatas namakan kepadanya :
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺇِﺳْﻤَﺎﻋِﻴﻞُ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﻣَﺎﻟِﻚٌ ﻋَﻦْ ﻫِﺸَﺎﻡِ ﺑْﻦِ ﻋُﺮْﻭَﺓَ
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻠًﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻠﻨَّﺒِﻲِّ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﻥَّ ﺃُﻣِّﻲ ﺍﻓْﺘُﻠِﺘَﺖْ ﻧَﻔْﺴُﻬَﺎ ﻭَﺃُﺭَﺍﻫَﺎ
ﻟَﻮْ ﺗَﻜَﻠَّﻤَﺖْ ﺗَﺼَﺪَّﻗَﺖْ ﺃَﻓَﺄَﺗَﺼَﺪَّﻕُ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻧَﻌَﻢْ ﺗَﺼَﺪَّﻕْ ﻋَﻨْﻬَﺎ
Telah bercerita kepada kami Isma’il berkata telah bercerita kepadaku Malik dari Hisyam bin ‘Urwah dari bapaknya dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha bahwa ada seorang laki-laki yang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: Sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia secara mendadak dan aku menduga seandainya dia sempat berbicara dia akan bershadaqah. Apakah aku boleh bershadaqah atas namanya? Beliau menjawab: Ya bershodaqolah atasnya. (HR
Muslim 2554).
Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang meninggal dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya” (HR Bukhari dan Muslim). Dari Ibnu Abbas bahwa seorang wanita dari Juhainnah datang kepada Nabi dan bertanya: “Sesungguhnya ibuku nadzar untuk hajji, namun
belum terlaksana sampai ia meninggal, apakah saya melakukan haji untuknya? Rasul menjawab: Ya, bagaimana pendapatmu kalau ibumu mempunyai hutang, apakah kamu
membayarnya? bayarlah hutang Allah, karena hutang Allah lebih berhak untuk dibayar” (HR
Bukhari).
Contoh si mayyit mendapatkan manfaat dari amal yang dilakukan oleh bukan keluarga. Ini berdasarkan hadits Abu Qotadah dimana ia telah menjamin untuk membayar hutang seorang mayyit sebanyak dua dinar. Ketika ia telah
membayarnya Nabi bersabda: “Sekarang engkau telah mendinginkan kulitnya” (HR Ahmad).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah menyampaikan bahwa sedekah tidak selalu
dalam bentuk harta :
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦُ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺃَﺳْﻤَﺎﺀَ ﺍﻟﻀُّﺒَﻌِﻲُّ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ
ﻣَﻬْﺪِﻱُّ ﺑْﻦُ ﻣَﻴْﻤُﻮﻥٍ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻭَﺍﺻِﻞٌ ﻣَﻮْﻟَﻰ ﺃَﺑِﻲ ﻋُﻴَﻴْﻨَﺔَ ﻋَﻦْ
ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑْﻦِ ﻋُﻘَﻴْﻞٍ ﻋَﻦْ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑْﻦِ ﻳَﻌْﻤَﺮَ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺍﻟْﺄَﺳْﻮَﺩِ
ﺍﻟﺪِّﻳﻠِﻲِّ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺫَﺭٍّ ﺃَﻥَّ ﻧَﺎﺳًﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻟِﻠﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺫَﻫَﺐَ ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟﺪُّﺛُﻮﺭِ ﺑِﺎﻟْﺄُﺟُﻮﺭِ ﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﻛَﻤَﺎ ﻧُﺼَﻠِّﻲ
ﻭَﻳَﺼُﻮﻣُﻮﻥَ ﻛَﻤَﺎ ﻧَﺼُﻮﻡُ ﻭَﻳَﺘَﺼَﺪَّﻗُﻮﻥَ ﺑِﻔُﻀُﻮﻝِ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟِﻬِﻢْ ﻗَﺎﻝَ
ﺃَﻭَ ﻟَﻴْﺲَ ﻗَﺪْ ﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﺗَﺼَّﺪَّﻗُﻮﻥَ ﺇِﻥَّ ﺑِﻜُﻞِّ ﺗَﺴْﺒِﻴﺤَﺔٍ
ﺻَﺪَﻗَﺔً ﻭَﻛُﻞِّ ﺗَﻜْﺒِﻴﺮَﺓٍ ﺻَﺪَﻗَﺔً ﻭَﻛُﻞِّ ﺗَﺤْﻤِﻴﺪَﺓٍ ﺻَﺪَﻗَﺔً ﻭَﻛُﻞِّ
ﺗَﻬْﻠِﻴﻠَﺔٍ ﺻَﺪَﻗَﺔً ﻭَﺃَﻣْﺮٌ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ﻭَﻧَﻬْﻲٌ ﻋَﻦْ ﻣُﻨْﻜَﺮٍ
ﺻَﺪَﻗَﺔٌ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin Asma` Adl Dluba’i Telah menceritakan kepada kami Mahdi bin Maimun telah menceritakan kepada kami Washil maula
Abu Uyainah, dari Yahya bin Uqail dari Yahya bin Ya’mar dari Abul Aswad Ad Dili dari Abu Dzar
bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada
beliau, Wahai Rosulullah, orang-orang kaya dapat memperoleh pahala yang lebih banyak.
Mereka shalat seperti kami shalat, puasa seperti kami puasa dan bersedekah dengan sisa harta
mereka. Maka beliau pun bersabda: Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara
kepada kalian untuk bersedekah? Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, setiap kalimat takbir
adalah sedekah, setiap kalimat tahmid adalah sedekah, setiap kalimat tahlil adalah sedekah,
amar ma’ruf nahi munkar adalah sedekah (HR. Muslim 1674).
Bersambung :

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.