Seperti yang banyak beredar dipemberitaan media massa, isu penyadapan dan spionase jaringan internet menjadi pemberitaan yang tiada habis dibicarakan media internasional. Hingga pemberitaan untuk liputan tersebut, sebuah media massa Guardian diberi
penghargaan dalam kategori jurnalisme investigatif yang inovatif
oleh Asosiasi Media Online (ONA) di Atlanta, AS pada Sabtu (19/10). Karena Media asal Inggris ini memuat berita tentang pelarian mantan pegawai kontrak lembaga intel AS. The Guardian berhasil meraih dua penghargaan karena liputan internetnya dalam kasus Edward Snowden.
Media Inggris ini menulis secara lengkap dan mendalam tentang seluk beluk pengawasan serta spionase yang dilakukan Badan Keamanan Nasional (NSA) AS terhadap warganya sendiri dan berbagai lembaga di dunia dengan sumber dari penuturan Snowden.
Edward Snowden, seorang mantan Kontraktor NSA (National Security Agency) Amerika Serikat, telah membocorkan 200.000 dokumen pemerintah AS kepada media. Nilai tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal NSA Keith Alexander pada sebuah sesi tanya jawab di Baltimore pada 31 Oktober 2013 seperti dilansir oleh Reuters, Jumat 15 November 2013. Menurutnya, aksi pembocoran dokumen itu telah sangat merugikan NSA dan negaranya. Dan kemungkinan jumlah data yang akan disebarkan kemungkinan akan bertambah.
Kini Snowden berada di Rusia setelah mendapatkan asylum bulan Agustus lalu. Dan menambah kerenggangan hubungan diplomatik antara AS dengan Kremlin (Rusia).
Mantan analis intelijen ini berada di Hong Kong sebelum terbang ke Moskow sementara Washington berusaha menangkapnya.
Sementara dilain kesempatan, seorang delegasi Uni Eropa di Washington menggambarkan skandal ini sebagai "kemunduran kepercayaan."
Spanyol merupakan negara terbaru yang dilaporkan menjadi target pengumpulan data telepon yang dilakukan AS.
Spanyol mendesak Pemerintah AS untuk memberikan detil setiap penyadapan yang dilakukan, setelah sejumlah laporan menyebut NSA mengawasi 60 juta sambungan telepon di Spanyol dalam setiap bulannya.
Di AS sendiri, setelah dilakukan audit internal pada bulan Mei 2012 diketahui ada 2.776 penyadapan ilegal yang dilakukan setahun sebelumnya. Dan banyak sikap pro dan kontra yang timbul pada anggota senatnya. Salsh satunya adalah, Jay Carney. Jay menyebut pengumpulan data demi kepentingan keamanan nasional. Politisi senior Demokrat di Senat mengatakan komisi intelejen akan menggelar "kajian besar" terhadap program spionase AS. Sedangkan senator Dianne Feinstein mengatakan dia "sepenuhnya menolak" kebijakan pengumpulan data intelejen yang dilakukan Badan Nasional Keamanan AS, NSA, terhadap para petinggi sekutu mereka. Masalah ini menjadi perseteruan internal negara AS. Dokumen yang dibocorkan oleh Snowden itu telah membuat pemerintahan Barack Obama pusing tujuh keliling menghadapi sekutunya yang marah. Terutama, ketika Kanselir Jerman Angela Markel meradang mengetahui telepon selulernya disadap AS Dan jelas membuat Presiden Obama memutar otaknya untuk menjernih keadaan ini yang sebelumnya diklaim olehnya bahwa aksi spionase tersebut diluar dari pengetahuannya.
★
Sedangkan isu yang berkembang saat-saat ini, Badan keamanan nasional Amerika, NSA, tengah mempertimbangkan untuk memberikan amnesti kepada mantan analis intelijen Edward Snowden. Namun pernyataan tersebut tetap menjadi pertentangan oleh direktur NSA Jenderal Keith Alexander dan menyanggah berita itu. pejabat AS menyatakan tim pemerintah sudah menilai klasifikasi dokumen-dokumen tersebut. Karena menurut penilaian mereka, klasifikasi dokumen yang disebarkan oleh Snowden lebih tinggi nilai kepentingannya odari dokumen yang dibocorkan oleh Wikileaks sebelumnya. Dokumen yang disebarkan oleh wikileaks tidak ada yang memiliki klasifikasi lebih tinggi dari "secret" maka dokumen Snowden diklasifikasi sebagai "Top Secret" bahkan banyak yang seharusnya tidak boleh bocor karena distempel dengan "Special Intelligence".
Amerika Serikat mendakwa Snowden melakukan pencurian properti pemerintah, komunikasi yang tidak mendapat otorisasi tentang pertahanan nasional serta memberikan informasi tentang komunikasi rahasia intelijen.
Reff : viva news + bbc news
penghargaan dalam kategori jurnalisme investigatif yang inovatif
oleh Asosiasi Media Online (ONA) di Atlanta, AS pada Sabtu (19/10). Karena Media asal Inggris ini memuat berita tentang pelarian mantan pegawai kontrak lembaga intel AS. The Guardian berhasil meraih dua penghargaan karena liputan internetnya dalam kasus Edward Snowden.
Media Inggris ini menulis secara lengkap dan mendalam tentang seluk beluk pengawasan serta spionase yang dilakukan Badan Keamanan Nasional (NSA) AS terhadap warganya sendiri dan berbagai lembaga di dunia dengan sumber dari penuturan Snowden.
Edward Snowden, seorang mantan Kontraktor NSA (National Security Agency) Amerika Serikat, telah membocorkan 200.000 dokumen pemerintah AS kepada media. Nilai tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal NSA Keith Alexander pada sebuah sesi tanya jawab di Baltimore pada 31 Oktober 2013 seperti dilansir oleh Reuters, Jumat 15 November 2013. Menurutnya, aksi pembocoran dokumen itu telah sangat merugikan NSA dan negaranya. Dan kemungkinan jumlah data yang akan disebarkan kemungkinan akan bertambah.
Kini Snowden berada di Rusia setelah mendapatkan asylum bulan Agustus lalu. Dan menambah kerenggangan hubungan diplomatik antara AS dengan Kremlin (Rusia).
Mantan analis intelijen ini berada di Hong Kong sebelum terbang ke Moskow sementara Washington berusaha menangkapnya.
Sementara dilain kesempatan, seorang delegasi Uni Eropa di Washington menggambarkan skandal ini sebagai "kemunduran kepercayaan."
Spanyol merupakan negara terbaru yang dilaporkan menjadi target pengumpulan data telepon yang dilakukan AS.
Spanyol mendesak Pemerintah AS untuk memberikan detil setiap penyadapan yang dilakukan, setelah sejumlah laporan menyebut NSA mengawasi 60 juta sambungan telepon di Spanyol dalam setiap bulannya.
Di AS sendiri, setelah dilakukan audit internal pada bulan Mei 2012 diketahui ada 2.776 penyadapan ilegal yang dilakukan setahun sebelumnya. Dan banyak sikap pro dan kontra yang timbul pada anggota senatnya. Salsh satunya adalah, Jay Carney. Jay menyebut pengumpulan data demi kepentingan keamanan nasional. Politisi senior Demokrat di Senat mengatakan komisi intelejen akan menggelar "kajian besar" terhadap program spionase AS. Sedangkan senator Dianne Feinstein mengatakan dia "sepenuhnya menolak" kebijakan pengumpulan data intelejen yang dilakukan Badan Nasional Keamanan AS, NSA, terhadap para petinggi sekutu mereka. Masalah ini menjadi perseteruan internal negara AS. Dokumen yang dibocorkan oleh Snowden itu telah membuat pemerintahan Barack Obama pusing tujuh keliling menghadapi sekutunya yang marah. Terutama, ketika Kanselir Jerman Angela Markel meradang mengetahui telepon selulernya disadap AS Dan jelas membuat Presiden Obama memutar otaknya untuk menjernih keadaan ini yang sebelumnya diklaim olehnya bahwa aksi spionase tersebut diluar dari pengetahuannya.
★
Sedangkan isu yang berkembang saat-saat ini, Badan keamanan nasional Amerika, NSA, tengah mempertimbangkan untuk memberikan amnesti kepada mantan analis intelijen Edward Snowden. Namun pernyataan tersebut tetap menjadi pertentangan oleh direktur NSA Jenderal Keith Alexander dan menyanggah berita itu. pejabat AS menyatakan tim pemerintah sudah menilai klasifikasi dokumen-dokumen tersebut. Karena menurut penilaian mereka, klasifikasi dokumen yang disebarkan oleh Snowden lebih tinggi nilai kepentingannya odari dokumen yang dibocorkan oleh Wikileaks sebelumnya. Dokumen yang disebarkan oleh wikileaks tidak ada yang memiliki klasifikasi lebih tinggi dari "secret" maka dokumen Snowden diklasifikasi sebagai "Top Secret" bahkan banyak yang seharusnya tidak boleh bocor karena distempel dengan "Special Intelligence".
Amerika Serikat mendakwa Snowden melakukan pencurian properti pemerintah, komunikasi yang tidak mendapat otorisasi tentang pertahanan nasional serta memberikan informasi tentang komunikasi rahasia intelijen.
Reff : viva news + bbc news
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.