DESKRIPSI

awal (151) berita (64) blog (19) cerita (3) download (3) foto (15) hikmah (41) islam (38) kitab (3) puisi (5) sejarah (15) tehnologi (18) video (6)

Malam Jum'at

Mulai hilangnya peradaban yang islami, dan yang biasa kita ketahui. Yang mengkhususkan malam Jumat sebagai keramaian ibadah. Biasanya pada malam jumat pada saat itu, banyak yang tadarusan setelah mahgrib hingga kewaktu isya. Dan banyak yang melakukan ritual
dzikiran dari banyak bentuk jama'ahan maupun sendiri-sendiri. Hingga pada malam jumat disetiap minggunya menjadi tabu dengan sendirinya dari bepergian yang tak perlu.
Kini hal tersebut menjadi asing sama sekali. Sebagian menjadikan kegiatan malam jumat tersebut menjadi bagian hal yang dianggap kuno, tidak relevan karena kebutuhan hidup, atau sebagian paham yang menganggap bid'ah ini dan bid'ah yang lainnya.
Seperti mengkhususkan bacaan surah Yasiin atau tahlil, dan amalan-amalan karena mengkhususkan jumlah dzikiran. Hingga sebagian menghindari karena ketakutannya kepada dosa dan sebagian karena sesuai dengan pengalamannya tidak menuai hasil dari pengamalannya. Padahal, amalan apapun itu jika dikerjakan karena tidak menyukainya dan karena mengharapkan ridho-Nya, maka akan sulit sekali mendapatkan fadhilah setiap amalan yang diamalnya.
Dilain kesempatan, banyak pula argumen kalangan awam yang sudah tertanam pandangan yang bertentangan dengan faham yang sebenarnya. Bahwa amalan-amalan yang berbasis fadh'ail amal mulai dikritisi orang-orang yang tak benar-benar memahaminya. Karena terpaku dengan hadist-hadist yang dipilih oleh pembawanya yang tidak bertanggung jawab dengan tidak membawa referensi lain sebagai pertimbangan hukumnya. Akhirnya sebuah hukum agama mulai dikuasai oleh orang-orang yang bukan ahlinya. Dan yang sangat berbahaya lagi adalah, makin banyak yang menjauh dengan ibadah, karena sibuk dengan ibadah baku yang terlihat sulit oleh para awam umumnya, yang tadinya telah dipermudah para ulama sebelumnya karena ulah tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab. Sehingga timbul tuduhan sana sini yang makin menyudutkan umat Islam secara keseluruhan.
Sikap tuduh dan tuding ini menjadi hal yang dijauhakan kalangan awam lainnya. Bagian terpisah dari satu bagian dengan aturan lama, sebagian lainnya dari aturan baku lagi kaku. Hingga timbul bagian awam pertengahan yang tak mau terbawa dua sisi ini. Bagian terakhir ini yang akhirnya menghalalkan dan mengharamkan setiap urusan menurut pandangan mereka sendiri. Jika sudah begini masing-masing hanya bertahan pada bagiannya sendiri. Dan tak berani mengeluarkan solusi karena takut menimbulkan perpecahan yang lebih luas.
Alangkah baiknya jika ibadah yang istiqamah mampu menjadi penuntun yang baik dari kecenderungan berdebat. Karena contoh yang baik adalah syiar yang lebih dominan dan mudah diikuti. Wa Allahu a'lam bishawab

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.